Home > Update Indonesia > Persiapan Mudik Lebaran

Persiapan Mudik Lebaran


 

Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah tahun ini bertepatan pada 30-31 Agustus 2011. Untuk itu, sejak awal bulan Ramadhan 1432 ini selain pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Muslim di Indonesia, aktivitas persiapan mudik Lebaran juga sudah tampak. Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi pada Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Dengan mudik Lebaran, umat Muslim di Indonesia berbondong-bondong pulang ke kediaman orang tua atau sanak saudara di kampung halaman. Tradisi mudik Lebaran menjadi kebutuhan bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat perantau dan masyarakat di kota-kota yang masih menjalin silaturahmi dengan sanak keluarga di daerah asalnya.

 

Proyeksi arus mudik

 

Dalam upaya penyiapan angkutan Lebaran 2011 ini, untuk musim mudik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah total masyarakat yang akan mudik Lebaran sejumlah 15,4 juta orang. Jumlah ini mengalami peningkatan 4,14 persen lebih tinggi dari jumlah pemudik tahun lalu, yaitu 14,8 juta orang. Untuk angkutan darat dan udara, arus mudik diperkirakan berlangsung mulai H-7 atau tanggal 23 Agustus dan arus balik diperkirakan terjadi hingga H+7 atau tanggal 7 September. Sedangkan untuk angkutan laut, diperkirakan arus mudik terjadi mulai 15 Agustus dan arus balik hingga 15 September 2011.

 

Pusat arus mudik seperti biasanya terutama berasal dari kota Jakarta ke berbagai kota dan daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara Barat, namun tidak terbatas pula pada berbagai kota dan daerah lainnya di seluruh kepulauan di Indonesia. Peta arus mudik kurang lebih sama cerminannya dengan peta penyebaran umat Muslim di Indonesia, dan peta urbanisasi antar kota-daerah dan migrasi antar pulau di Indonesia.

 

Sebagai negara dengan masyarakat mayoritas pemeluk agama Islam (sekitar 90 persen) dan faktor bahwa urbanisasi dan migrasi penduduk dalam negeri banyak terpusat ke kota Jakarta dan pulau Jawa, maka setiap tahunnya, lazim terjadi arus mudik yang sangat masif dari kota Jakarta dan kota-kota lainnya di Jawa, ke berbagai daerah di hampir seluruh wilayah tanah air Indonesia.

 

Moda angkutan pemudik

 

Pemudik dengan moda udara menggunakan pesawat udara pada musim mudik Lebaran 2011 ini diprediksi terjadi sebanyak 2,48 % atau terjadi peningkatan 15 % dari tahun 2010, yaitu 2,16 juta penumpang. Angkutan kereta api kali ini diprediksi mengalami penurunan jumlah penumpang sebanyak 5,32 %, yaitu dari jumlah 3,08 juta penumpang pada mudik Lebaran 2010 menjadi 2,92 juta penumpang pada Lebaran 2011.

 

Pemudik dengan moda angkutan darat lainnya, yaitu kendaraan mobil pribadi dan sepeda motor juga diprediksi mengalami peningkatan. Pemudik dengan mobil pribadi pada Lebaran 2011 ini diprediksi sebanyak 1,63 juta atau meningkat 6,8 % dari tahun lalu yaitu 1,54 juta unit mobil. Sementara menurut data Kementerian Perhubungan, pemudik dengan sepeda motor diperkirakan tahun 2011 ini akan terjadi peningkatan sebanyak 7,4 % menjadi 2,4 juta pemudik sepeda motor dari 2,3 juta pada mudik Lebaran 2010.

 

Sementara itu, jumlah kapasitas sarana transportasi angkutan mudik pada Lebaran 2011 ini diprediksi hanya terdapat peningkatan sebesar 3,85 %,  yaitu dari 36,89 juta sarana transportasi menjadi 38,28 juta sarana transportasi. Penambahan kapasitas sarana transportasi ini bila dicermati tampaknya terdapat kesenjangan dengan penambahan jumlah pemudik yang pada Lebaran 2011 ini diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 4,14 persen.

 

Pemudik dengan sepeda motor

 

Mudik dengan sepeda motor dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi fenomena yang banyak disoroti. Krisis ekonomi beberapa tahun silam ditambah dengan meningkatnya tingkat kemacetan jalan raya membuat tingginya jumlah pengendara sepeda motor. Kemudian pada musim mudik Lebaran, tingginya harga tiket angkutan umum (misalnya pada mudik Lebaran 2011 ini tiket kereta api ada yang mencapai kenaikan harga hingga Rp 650.000), antara lain mendorong banyak orang untuk menggunakan sepeda motor untuk moda angkutan mudik ke kampung halaman.

 

Mudik dengan sepeda motor sangat tinggi rawan kecelakaannya. Sepeda motor bukan didesain untuk bepergian antar kota dan antar propinsi, bahkan antar pulau. Menurut catatan angka kecelakaan pemudik selama musim mudik Lebaran 2008 hingga 2010 lalu, kecelakaan di jalur jalan darat paling banyak dialami oleh pemudik sepeda motor. Pada mudik Lebaran 2008 tercatat 1.052 kecelakaan di mana sekitar 800 kasus atau 76 % adalah kecelakaan sepeda motor. Pada 2009 dari 1.544 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 574 jiwa, sebagian terbesar dialami oleh pemudik sepeda motor.

 

Yang memprihatinkan pula adalah banyak pemudik sepeda motor yang berangkat sekeluarga terdiri ayah, ibu dan anak (bahkan bisa lebih dari satu orang anak yang dibonceng). Tidak jarang, satu sepeda motor dipakai untuk mengangkur 2 orang dewasa dan 2 hingga 3 anak balita dan bayi, belum lagi ditambah dengan mengangkut tas perbekalan mudik. Kondisi sepeda motor yang sulit untuk tetap stabil di jalan raya, dan jauhnya jarak tempuh, serta padatnya arus kendaraan mudik ditambah rendahnya disiplin pengendara lalu lintas, membuat situasi yang sangat rawan bagi kecelakaan sepeda motor.

 

Mengurangi risiko pada pemudik

 

Beberapa upaya disiapkan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi pada pemudik, terutama pada pemudik dari kalangan masyarakat kurang mampu, yang seringkali terpaksa menggunakan moda angkutan mudik yang kurang aman. Beberapa perusahaan besar memfasilitasi program Mudik Bersama, bagi karyawannya, misalnya buruh pabrik untuk mudik bersama. Dengan mudik bersama, di mana disediakan angkutan bus yang lebih memadai, risiko kecelakaan dan kriminalitas di jalan dapat dikurangi.

 

Tidak hanya angkutan untuk orang, pada Mudik Bersama juga disediakan truk-truk yang mengangkut kendaraan sepeda motor. Ini dapat mengurangi jumlah pemudik yang mengendarai sepeda motor. Program ini juga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk tetap membawa sepeda motor untuk digunakan di kampung halaman. Truk-truk angkutan untuk sepeda motor pemudik ini juga menjadi alternatif solusi, karena pihak PT Kereta Api Indonesia pada mudik 2011 ini meniadakan program angkutan kereta untuk sepeda motor, karena fasilitas itu sedikit yang menggunakan pada mudik Lebaran 2010, yang sebetulnya sangat disayangkan.

 

 

-Antonius Wiwan Koban-


Beberapa upaya disiapkan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi pada pemudik, terutama pada pemudik dari kalangan masyarakat kurang mampu, yang seringkali terpaksa menggunakan moda angkutan mudik yang kurang aman, misalnya dengan Program Mudik Bersama.

 

 

Categories: Update Indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: